[ Blog ]

brain supplements

Satu dekade lampau, kita masih belum bisa mengatakan industri hiburan telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kini, kita bisa mengatakannya dengan lantang dan penuh keyakinan. Ya, musik dan film kita telah menjadi penguasa dalam atmosfer budaya keindonesiaan kita.

Rasa2nya, motor pergerakan itu adalah teknologi digital—yang kemudian mendorong kemunculan regulasi nan ramah media. Teknologi membuat perseorangan dan kelompok kecil punya kekuatan dalam memproduksi dan mereproduksi produk informasi. Kabar baiknya, keberadaan teknologi itu juga makin terjangkau secara ekonomis.

Bermodalkan seperangkat komputer yang tak bagus2 amat, dengan audio device alakadarnya plus pemancar, kelompok kecil atau bahkan perseorangan bisa bersiaran radio memanfaatkan kelonggaran regulasi radio komunitas. Anak muda bisa lebih leluasa memproduksi rekaman musik dan video mereka sendiri, dengan perangkat yang ramah rupiah. Belum lagi kalau menyebut media berbasis internet.

Pada dasarnya saya setuju bahwa media memang cuma media. baldknobbers

More Posts

estate sales companies in nj

Terkadang saya melamunkan antropologi dengan sebuah bangun geometri fraktal. Jika bangun budaya bisa diumpamakan seperti fenomena geometri fraktal, kita layak curiga dengan dinamika kebudayaan itu. Atau, jika bukan fraktal, mungkin sejenis virus komputer metamorfik (metamorphic code) hahaha
Walau tak sama persis, eksperimen budaya kita seperti sampai ke milestone sejarah Amerika dekade 60-an. Era itu [...]

 Read    1 Comment

MUSIK INDIE Yaaaaa ?

Telah menjadi tabiat hampir sebagian besar kita untuk senantiasa asyik membuat sebutan sebutan baru, kosakata “anyar” yang kadang kedengaran genit dan menggemaskan namun itulah keniscayaan eksistensial yang dimiliki oleh siapapun dimanapun, bukankah hidup tak lebih dari upaya untuk memaknai sesuatu dengan lebih dulu memberikannya nama ? Ketika sesuatu telah bernama adakah lantas persoalan menjadi selesai, [...]

 Read    6 Comments

Taman Makam Pahlawan-Trip Antara Nasionalisme dan Komersialisasi

Sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran jasa para pahlawan negeri ini. Hal ini senada sebagaimana di ungkapkan oleh proklamator kita yaitu Suekarno”Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”.
Ungkapan di atas akan sangat kontras kalau di kaitkan dengan isu penggusuran taman makam pahlawan-TRIP Malang. Isu atau wacana diluar nalar [...]

 Read    2 Comments

berkabung…..10 korban AACC

siapa yang tanggung jawab atas matinya korban-korban konser????pihak panitia menyebutkan kalo itu salah pihak keamanan.pihak keamanan???!!polisi???panitia telh memberikan uang jasa pengamanan yang cukup untuk acara itu..tapi,,polisi tidak melakukan tugasnya secara maksimal…”masa ada yang teriak2 minta ambulan polisi malah nyantei2….
“mo bikin acara??punya budget berapa?
kalo ada 2juta dikasih polisi 2personil,,tapi hanya keliling-keliling doang..kalo punya uang 5juta dikasihnya [...]

 Read    No Comments

Refleksi Kehidupan

Sebuah catatan perjalanan
Pertengahan oktober 2007
Refleksi Sebuah Kehidupan
Mataku tertegun menatap sebuah layar kecil dari sebuah alat komunikasi yang selalu menemani dalam hari-hariku, tekhnologi amat luar biasa, hingga dapat memberikan informasi kepadaku mengenai keberadaanku…yah aku berada di Cijaku sebuah desa yang cukup jauh dari hiruk pikuk sebuah pesta hedonisme kaum elite ataupun yang berpura-pura elite. Dan juga [...]

 Read    1 Comment

Sedikit Tentang Donald dan Malaysia

Dalam sebuah sesi dialog di radio citra protiga Malang pada tanggal 30 agustus 2007 lalu, Tri Bekti salah satu wasit karateka Indonesia yang turut dalam rombongan wasit karateka menyertai Donald Luther Kolopita menceritakan, kejadian pemukulan bermula dari rapat yang diikuti Donald Luther dengan AKF untuk menentukan wasit dalam kejuaraan karateka tersebut.
Dalam rapat yang berakhir sekitar [...]

 Read    No Comments